Belajar Agama bersama Anak Muda

Posted: 10 Agustus 2010 in Artikel

Oleh: V.Didik Suryo Hartoko S.Psi. M.Si

Bantul, 4 Agustus 2009

Siapakah Anak Muda

  • Manusia yang berkembang dari masa sebelumnya, yakni masa kanak-kanak, menuju masa dewasa
  • Manusia yang sedang belajar menjadi seorang pribadi yang unik

Delapan Tahap Perkembangan Manusia menurut Erikson (1963)

  • Tahap Anak-anak (Tahap 1- 4)
  • Tahap Remaja (Tahap 5)
  • Tahap Dewasa (Tahap 6-8)

Masa Kanak-Kanak

Tahap 1/Masa Bayi menyusu: Belajar untuk percaya pada orang lain terutama orang yang paling dekat; belajar untuk menerima dan memberi (vs tidak percaya, curiga, merasa tak aman, memusuhi, )

Tahap 2/ Masa berlatih kebersihan: Belajar untuk menjadi otonom (vs ragu-ragu, rasa malu berlebihan; rasa diri buruk/jelek/tak pantas)

Masa kanak-kanak

Tahap 3/ Masa bermain: Belajar berinisiatif, merancang sesuatu (vs rasa bersalah berlebihan; takut dihukum; takut tidak dicintai/ ditinggalkan)

Tahap 4/ Masa sekolah awal/SD: Belajar mengikuti aturan di luar keluarga; belajar ketrampilan dasar-bersemangat dan rajin (vs rasa rendah diri

Masa Remaja

Tahap 5: Tahap Pembentukan rasa diri sebagai pribadi: Belajar mengenal dirinya sendiri sebagai pribadi yang unik; belajar peran-peran dalam masyarakat dan mempertimbangkannya (vs kebingungan peran; rasa kehilangan diri; mengikuti kelompok secara membuta/mendewa-dewakan kelompok sendiri/menganggap kelompok lain sebagai musuh

Masa Dewasa

  • Tahap 6 Dewasa Awal: mencintai pribadi lain (vs isolasi)
  • Tahap 7 Dewasa Tengah: Memelihara & memperhatikan generasi selanjutnya (vs asyik dengan dirinya sendiri)
  • Tahap 8 Dewasa akhir: menerima kehidupannya sebagai keutuhan dan siap melepaskannya (vs menyesal dan takut pada kematian)

Rasa bersalah

Kekanak-kanakan: timbul karena rasa takut dihukum (rasa takut; menghukum diri; merasa bersalah terus-menerus; rasionalisasi atau membenar – benarkan kesalahan;menyalahkan orang lain)

Dewasa: rasa khawatir bahwa perbuatannya melukai atau mengakibatkan orang lain menderita / tak terpelihara

Pembelajaran agama

  • Dimensi kemanusiaan: kehidupan manusia sebagai sesuatu yang berharga; tersentuh pada penderitaan sesama manusia; bertanggung jawab untuk memelihara kehidupan
  • 2    Dimensi spiritual/transendental: dunia material adl hal yang diperlukan tp bukan terpenting; menekankan Kebaikan /kerahiman Yg Ilahi;
  • Dimensi sosial/kultural: keunikan bentuk-bentuk keagamaan sebagai ekspresi pencarian manusia akan kenyataan  (manusiawi maupun transendental).
  • Dimensi Personal: mendengarkan pengalaman-pengalaman siswa dan memberikan tanggapan ke arah pendewasaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s